loading...

Senin, 23 Oktober 2017

Akhhirnya Dubes AS Minta Maaf Atas Insiden Pengusiran Panglima TNI
 Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph Donovan menyampaikan permohonan maafnya atas penolakan terhadap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk memasuki wilayah Amerika Serikat. Permohonan maaf itu disampaikan Donovan kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

republika.com

Dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Ahad (22/10) dijelaskan Kedutaan Besar AS siap memfasilitasi perjalanan Jenderal Gatot ke Amerika Serikat. sebagaimana di lansir republika.com

"Kami tetap berkomitmen untuk kemitraan strategis dengan Indonesia sebagai cara untuk memberikan keamanan dan kemakmuran bagi bangsa dan masyarakat kita," tulis pernyataan Kedubes dalam siaran persnya.

Menurut Donovan, Kedutaan Besar telah berkomunikasi dengan staf Panglima TNI Gatot Nurmantyo untuk memfasilitasi perjalanan ke AS.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Staf Jenderal AS Joseph Dunford mengundang Panglima Jenderal TNI Angkatan Darat Gatot Nurmantyo untuk menghadiri Konferensi Pertahanan yang bertemakan "Countering Violent Extremism" yang diadakan pada 23-24 Oktober di Washington DC. Namun, Jenderal Gatot tidak dapat melakukan perjalanan sesuai rencana.

Gatot Nurmantyo ditolak masuk AS beberapa saat sebelum terbang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng. Pemberitahuan penolakan itu disampaikan maskapai Emirates atas permintaan otoritas keamanan dalam negeri AS. (rep)
Berikut Ini Isi Nota Diplomatik RI Setelah Jenderal Gatot Ditolak AS
Pemerintah Indonesia mengirimkan nota diplomatik untuk meminta klarifikasi kepada pemerintah Amerika Serikat terkait insiden larangan masuk ke wilayah AS yang dikenakan "US Custom and Border Protection" terhadap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo beserta delegasinya.

Jendral Gatot ; okezone

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir dalam pesan singkat yang diterima di Jakarta pada Ahad (22/10) menyampaikan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington D.C. telah mengirim nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri AS untuk meminta klarifikasi terkait kejadian tersebut.

Selain itu, Arrmanatha menyampaikan bahwa Kemlu RI pun telah mengirim nota diplomatik ke Kedutaan Besar AS di Jakarta untuk meminta keterangan atau penjelasan terkait kejadian larangan masuk ke wilayah AS terhadap Panglima TNI.

"Menlu RI sudah bicara dengan Dubes AS di Jakarta hari ini meminta agar segera dapat memberi klarifikasi. Namun, mengingat Dubes AS sedang tidak di Jakarta, Wakil Dubes AS juga telah dipanggil untuk ke Kemlu besok guna memberikan keterangan," ujar Jubir Kemlu.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan menghadiri acara "Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization" (VEOs) yang dilaksanakan pada 23-24 Oktober 2017 di Washington DC atas undangan Panglima Angkatan Bersenjata AS, Jenderal Joseph F. Durford, Jr.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menjelaskan bahwa Panglima TNI mendapat undangan resmi yang dikirim oleh Pangab Amerika Serikat, dan Jenderal Gatot pun telah membalas surat tersebut dan mengkonfirmasi kehadirannya. Namun, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo tidak jadi hadir pada acara tersebut karena adanya larangan masuk ke wilayah AS.

Menurut Mayjen TNI Wuryanto, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta istri dan delegasi telah mengurus visa dan administrasi lainnya untuk persiapan keberangkatan ke AS. Kemudian, pada Sabtu 21 Oktober 2017, Panglima TNI siap berangkat menggunakan maskapai penerbangan Emirates. "Namun, beberapa saat sebelum keberangkatan ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan bahwa Panglima TNI beserta delegasi tidak boleh memasuki wilayah AS oleh US Custom and Border Protection," tutur Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto.

Wuryanto mengatakan bahwa terkait peristiwa itu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo telah melapor kepada Presiden RI, Menteri Luar Negeri, dan Menkopolhukam, serta mengirim surat kepada Jenderal Joseph. F. Durfort Jr., dan saat ini masih menunggu penjelasan atas insiden larangan masuk tersebut.
Sumber : Antara

Saat Kaum Murtad Merajalela, Kapankah Itu Terjadi?
Sesaat setelah Rasulullah SAW wafat dan beritanya pun tersebar, banyak orang Arab yang murtad (keluar dari Islam) dan tidak mau membayar zakat. Gerakan murtad ini merupakan alur pembangkangan dan fitnah tanpa dasar. Target alamiahnya adalah memusnahkan Islam dan menghancurkan kekuatan Islam Arab yang dibentuk oleh Rasulullah SAW yang saat itu kekhalifahannya dijabat oleh Abu Bakar Al-Shiddiq.

khazanah republika

Dikisahkan dalam buku yang berjudul “Para Penggenggam Surga” karya Syaikh Muhammad Ahmad Isa, bahwa di Jazirah Arab apinya dipicu oleh banyak kabilah, negara, kekaisaran, agama juga ras yang beragam. Ketika kabar itu sampai kepada Abu Bakar, dia merespons keras, lalu bangkit untuk memerangi mereka. Dia telah memahami hakikat kemurtadan tersebut. Oleh karena itu, sahabat yang terkenal lembut dan penuh toleransi ini memandang penanganannya harus dengan tegas dan keras.

Namun, Umar yang walaupun terkenal keras dan tegas berbeda pandangan. Umar tidak setuju untuk memerangi mereka. Dia menolak pandangan Abu Bakar dan memintanya untuk mengampuni mereka yang menolak membayar zakat asalkan mereka masih mengerjakan kewajiban lain. Umar berkata, “Satukanlah manusia dan berlemah lembutlah kepada orang-orang itu.”

Abu Bakar menjawab seakan dirinya kayu yang terbakar api. “Aku berharap bantuanmu, tetapi engkau mendatangiku dengan pembangkanganmu. Engkau begitu berani pada masa jahiliyah, tetapi menjadi pengecut setelah memeluk Islam. Lalu menurutmu, dengan apa kau harus menyatukan mereka? Dengan syair yang dikarang-karang atau dengan sihir penuh tipu daya? Tidak, tidak Rasulullah SAW sudah wafat dan wahyu terputus. Demi Allah selama pedang di tangan, aku akan memerangi mereka. Walaupun hanya menolak memberikan seutas tali unta yang dulu pernah mereka berikan kepada Rasulullah SAW.”

Mendengar jawaban tersebut Umar berkata, Bagaimana engkau akan memerangi mereka, sedangkan Rasulullah SAW bersabda, “Aku diperintahkan untuk memerangi orang-orang sampai mereka mengucapkan, ‘Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.’ Siapa yang mengatakannya, harta dan darahnya semua perhitungannya adalah milik Allah.”

“Demi Allah,” kata Abu Bakar. “Akan kuperangi siapa pun yang memisahkan antara shalat dan zakat, karena zakat adalah haknya harta. Karena itu akau berkata, ‘Kecuali karena sesuatu yang benar.’
“Demi Allah,” kata Umar, “ Aku melihat Allah telah mencerahkan dada Abu Bakar untuk berperang. Maka aku mengetahui bahwa dia benar.”

Sebab-sebab kemurtadan

Ada banyak sebab kemurtadan yang terjadi saat itu, salah satunya adalah kurangnya iman dalam hati setiap kabilah Arab. Mereka hanya berlindung dengan keimanan, tetapi belum pernah merasakan kenikmatannya. Allah menggambarkan mereka dalam firman-Nya: “Orang-orang Arab Badui itu berkata, “Kami telah beriman”, Katakanlah (kepada mereka), “Kamu belum beriman,” tetapi katakanlah, “Kamu telah tunduk (Islam),”  karena iman belum masuk ke hatimu. Dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Dia tidak akan mengurangi sedikit pun (pahala) amalanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hujurat (49): 14).

Mereka menunjukan ketidaksetiaannya terhadap Islam, sebagaimana kaum munafik pada saat Perang Uhud dan Tabuk. Sebenarnya, bibit gerakan pemurtadan itu sudah muncul sebelum Rasulullah SAW wafat. Namun, saat itu, nyalanya dapat diredupkan dengan wibawa kenabian dan kekuatan pengaruh Rasulullah SAW. Dengan wafatnya beliau, dan Abu Bakar diangkat menjadi khalifah, gerakan tersebut bangkit, aktif, dan menyebar hingga Semenanjung Arab, terkecuali Makkah, Madinah, dan Thaif yang terus berpegang teguh pada Islam serta menjaga keberlangsungannya.

Golongan kaum murtad

Golongan kaum mutad ini di antaranya ada tiga, yaitu mereka yang murtad, mengaku sebagai nabi, dan membangkang membayar zakat. Kelompok yang murtad adalah mereka yang tidak ingin terikat oleh berbagai kewajiban dalam Islam sebagai usaha untuk memperbarui syahwat dan tingkah kebinatangan mereka. Mereka menampik ajaran Islam dan kembali pada ajaran sebelumnya yakni kehidupan jahiliyah. 

Mereka menyembah patung sebagai jawaban terhadap panggilan hasrat ke duniawian seperti yang dilakukan oleh penduduk Bahrain. Sedangkan kelompok yang mengaku sebagai nabi beserta kabilah pengikutnya adalah mereka yang menyakini bahwa sebab langsung kepemimpinan Quraisy atas seluruh Arab dikarenakan kenabian Muhammad Saw. 

Oleh karena itu, mereka ingin nabi dari kalangan mereka agar bisa menguasai Arab dan menjadi raja. Hal ini yang tampak pada dakwah Musailamah Al-Kadzab di tengah-tengah sukunya, Bani Hanifah, Thulaihah Al-Asadi dari Bani Asad, Al-Aswad Al-Ansi di Yaman, dan Najah binti Al-Harits dari Bani Tamin. Suku-suku tersebut membela mereka karena primordialisme walaupun tahu kebohongannya.

Adapun kelompok yang membangkang untuk membayar zakat adalah mereka yang pernah membayarnya pada masa Rassulullah Saw. sebagai bentuk kepatuhan terhadap firman Allah: “Ambilah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka." (QS Al Taubah).

Mereka berkeyakinan bahwa perintah Allah SWT tersebut diperuntukkan bagi rasul-Nya saja. Ketika Rasulullah SAW wafat, mereka menolak untuk membayar zakat kepada selain Rasul-Nya adalah firman-Nya bagi umat sang rasul. Hal ini ditambah dengan lemahnya keimanan mereka dan menganggap pembayar zakat tersebut sebagi upeti. Dengan demikian, mereka membayar zakat karena terpaksa dan menunggu hari ketika mereka dibebaskan dari kewajiban itu.

Selain itu adanya pengaruh bangsa lain yang menjadi tetangga Arab seperti Persia, Romawi, dan Habasyah. Sebelumnya, mereka memiliki koloni di Jazirah Arab sehingga mengulurkan tangan untuk membantu nyala api pembangkangan terhadap agama baru tersebut.

Fanatisme jahiliyah juga menjadi faktor kemurtadan. Hal ini bisa kita tangkap pada pernyataan Thalhah Al-Namri, “Aku bersaksi bahwa Musailamah itu pembohong dan Muhammad itu jujur. Namun, pembohong dari Arab Rabi’ah lebih kusukai daripada orang yang jujur dari Arab Mudhar.”

Hal senada juga dinyatakan oleh Al-Huthiah dan Uyainah ibn Hishn Al-Fizari dan yang lain. Mereka tidak memandang kenabian sebagai sesuatu yang murni pilihan Allah sebagaimana yang ditegaskan oleh difirman-Nya dalam QS. Al-Anam(6): 124.

Dan apabila datang suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, “Kami tidak akan percaya (beriman) sebelum diberikan kepada kami seperti apa yang diberikan kepada rasul-rasul Allah.” Allah lebih mengetahui dimana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang keras karena tipu daya yang mereka lakukan.

Kondisi ini tampak jelas dari kisah ‘Amr ibn Al-Ash ketika Rasulullah SAW mengutusnya ke Oman setelah Haji Wadda. Dia sampai di negeri Bani Amir dan menginap di rumah Qurrah ibn Hubuirah. Qurrah menjamunya sambil berkata, “Amr, orang Arab tidak senang dengan upeti. Jika engkau dapat menghentikan hal tersebut, mereka akan menyukai dan mematuhi kalian. Jika tidak, dugaanku mereka akan melawan kalian.” Mendengar hal tersebut, Amr berkata, “Qurrah, apakah engkau kafir? Engkau menakut-nakuti dengan Arab? Demi Allah, akan aku injakkan kaki di kepala ibumu.”

Dengan demikian, tampaklah mereka yang murtad dan mengaku nabi palsu serta membangkang membayar zakat. Interpretasi mereka ini jelas salah dan tidak dapat dibenarkan.  Oleh karena itu Abu Bakar Al-Shiddiq mempersiapkan pasukan untuk memeranginya.

Jalannya peperangan Riddah

Abu Bakar Al-Shidiq tidak mau terburu-buru memerangi kaum murtad sampai pasukan Usamah kembali dari medan perang. Hal tersebut karena sebagian besar kekuatan kaum Muslim berada dalam pasukan itu. Sayangnya, kaum murtad tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dan berusaha memanfaatkannya. Hal yang kerap terulang dalam sejarah kaum Muslim ketika musuh-musuh Islam memanfaatkan setiap kesempatan yanga ada.

Kesempatan itu terwujud ketika Thulaihah Al-Asadi memprovokasi para pengikutnya dari kabilah Abs Dzubyan, Ghathfan, Fazarah, dan Thai untuk menyerang Madinah. Gerombolan tersebut kemudian bergerak sampai pekuburan Madinah dan memecah diri menjadi dua kelompok. Kelompok pertama di Dzil Qishah, daerah paling dekat dengan Madinah, hanya berjarak 35 km dari arah Najd. Sedangkan, kelompok kedua di Abraq Rabadzah berjarak sekitar 120 km dari Madinah.

Gerombolan tersebut mengirimkan utusannya ke Madinah dan meminta agar Abu Bakar membiarkan mereka melaksanakan shalat, tetapi tidak membayar zakat. Abu Bakar menjawab, “Demi Allah, andai mereka menolak memberikan tali kekang unta sebagaimana yang mereka lakukan pada masa Rasulullah, maka akan kuperangi mereka.” Utusan itu kembali ke kelompoknya dan mereka pun mengetahui kelemahan Madinah yang sedang terbuka tanpa ada yang dapat menghalanginya.

Abu Bakar menyadari hal tersebut, kemudian dia mengumpulkan orang-orang, lalu berkata, “Negeri ini sedang berada dalam kegelapan. Utusan mereka telah melihat sedikitmya jumlah kalian dan kalian tidak akan mengetahui apakah mereka menyerang pada malam atau siang hari. Kelompok mereka yang paling dekat sudah ada di depan pintu. Mereka berharap kita mau menerima kedatangan mereka. Namun, kita sudah menolak mereka dan menolak tuntutan mereka. Maka bersiaplah untuk berperang.”

Setelah itu, Abu Bakar  memanggil Ali, Zubair, Thalhah, Abdullah ibn Mas’ud dan yang lainnya untuk memposisikan mereka di gerbang Madinah. Sebagai tindakan preventif dari penyerangan pihak musuh, Abu Bakar memerintahkan penduduk Madinah untuk terus-menerus mengunjungi masjid saat masa perang. Dan pada malam ketiga, musuh mulai menyergap Madinah. Sebagian dari mereka bersembunyi di Dzil Hissi.

Ketika sampai di gerbang Madinah, Ali dan yang lainnya berhasil memukul mundur mereka. Kabar ini sampai kepada Abu Bakar sehingga yang berjaga di masjid tidak terlalu kesulitan menghadapinya. Kemudian, Abu Bakar mengikuti pasukan tersebut hingga Dzil Hissi. Di tempat itu, kaum murtad keluar dengan kantong kulit berbentuk balon. Benda tersebut terikat tali dan digelindingkan dengan kaki mereka sehingga menakuti unta kaum Muslim. Akhirnya pasukan kaum muslimin terpaksa kembali ke Madinah.

Kemudian Abu Bakar mengumpulkan kaum Muslim dan memerintahkan untuk menyusuri jejak kaki pihak musuh. Ketika fajar tiba, pasukan kaum Muslim berada dalam posisi koordinat yang sama dengan pasukan kaum murtad tanpa sedikit pun diketahui mereka. Pasukan kaum Muslim memerangi mereka hingga mereka lari tunggang langgang. Kaum Muslim mendapatkan unta kaum murtad sebagai rampasan perang. 

Selanjutnya, Abu Bakar mengikuti pasukan kaum Muslim sampai ke Dzil Qishah. Di sana, dia mengetahui kabar kemenangan pasukannya. Sebelum kembali ke Madinah dia menempatkan Al-Nu’man ibn Muqarrin bersama sejumlah orang Muslim lainnya di Dzil Qishah.

Kemenangan kaum Muslim dalam peperangan kali ini punya pengaruh baik. Penduduk Madinah dengan Abu Bakar sebagai pemimpinnya dan jumlah Muslim yang tidak seberapa dapat berdiri tegak di hadapan gerombolan berjumlah besar yang terdiri atas suku Abs, Dzubyan, Ghathfan, Fazarah, dan Thai. Pertempuran saat itu telah membuktikan kepada orang Arab bahwa kaum Muslim mampu menghalau semua musuh bahkan dalam kondisi tidak adanya pasukan Usamah.

Setelah pertempuran berakhir banyak kabilah yang kembali kepada Islam. Banyak pula utusan kabilah yang membayarkan zakat kepada khalifah  Rasulullah tersebut. Di antara mereka yang pertama menunaikan kewajiban zakat adalah Shafwan ibn Shafwan, Zabarqan ibn Badr dari Bani Tamim, dan Adi ibn Hathim Al-Thai yang merupakan salah seorang ketua Bani Thai.

Pada Rajab 11 H (September 632 M) pasukan Usamah kembali dengan kemenangan dan membawa rampasan perang. Setelah pasukan Usamah beristirahat selama dua minggu, Abu Bakar memobilisasi  mereka semua untuk memerangi kaum murtad. Dia ke Dzil Qishah dan kaum Muslim dari berbagai penjuru berkumpul di sekelilingnya. Abu Bakar ingin menghancurkan kaum murtad dengan telak. Oleh karena itu dia membagi sebelas panji dan menunjuk panglima untuk setiap panji serta arah yang harus dituju. Abu Bakar memperhatikan rasio kekuatan dan kepemimpinan pasukan dengan kabilah yang menjadi target serangan.

Sebelum semua pasukan tersebut diberangkatkan untuk melakukan penyerangan, Abu Bakar sudah mengirim surat kepada kaum murtad sebagai peringatan. Dalam isi suratnya, Abu Bakar mengajak mereka untuk kembali kepada Islam dan jalan kebenaran juga menerangkan kesalahan dan kesesatan mereka. Sebagian mereka merespons dengan positif, sedangkan yang lain tetap dalam kesesatannya. Maka, pasukan kaum Muslim memerangi mereka dengan sengit selama setahun penuh dan kemenangan berpihak kepada kaum Muslim.

Sepanjang peperangan itu, Abu Bakar mengawasi setiap pergerakan pasukan dari berbagai medan perang juga menerima laporan dari para panglima serta membalasnya. Dia pun mengarahkan sebagaian pasukannya untuk membantu pasukan lain, jika memang hal tersebut dibutuhkan.

Ada beberapa faktor kemenangan kaum Muslim dalam Perang Riddah, antara lain : Kekuatan akidah Islam dalam diri para penganutnya. Mereka memegang kukuh keislaman dan berjihad karena Allah. Keteguhan tekad Abu Bakar r.a dan perhatiannya yang besar serta manajemen krisis yang bagus. Militansi para pejuang Muslim ditambah dengan strategi bantuan, yaitu berperang di berbagai lini dalam satu waktu dengan ketersediaan bantuan dari berbagai arena peperangan. Bobroknya fondasi yang dibangun oleh kaum murtad membuat sebagian mereka kembali memeluk Islam. Mereka tidak memiliki tujuan yang pantas untuk dibela.

Peperangan ini menyajikan hikmah yang bermanfaat. Kalaupun ada yang murtad di antara umat, Allah akan memudahkan untuk mengembalikan mereka kepada jalan-Nya asalkan pemimpinnya tetap istiqamah. Namun, hal sebaliknya terjadi bila pemimpinnya kafir dan murtad. (republika)

Minggu, 22 Oktober 2017

Panglima TNI Gatot Nurmantyo Ditolak Masuk Amerika, Begini Kronologisnya
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Wuryanto membenarkan kabar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang ditolak masuk Amerika Serikat. Wuryanto mengatakan sedianya Panglima Gatot bakal menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Country Violent  Extremist Organization (VEOs) yang akan dilaksanakan tanggal 23-24 Oktober 2017 di Washington DC.
Wuryanto menjelaskan kronologi mulai dari undangan yang diterima Gatot hingga kabar penolakan Gatot Nurmantyo ke Amerika Serikat. Menurut Wuryanto, Panglima TNI mendapat undangan resmi dari Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Joseph F Durford, Jr.

Panglima TNI Gatot Nurmantyo ; kompas.com

"Undangan itu dikirim oleh Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Joseph Dunford Jr. yang merupakan sahabat sekaligus senior Jenderal Gatot Nurmantyo," kata Wuryanto di kantor Panglima TNI Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Ahad 22 Oktober 2017.
Kemudian Jenderal TNI Gatot Nutmantyo membalas surat tersebut dan mengkonfimasi kehadirannya sebagai bentuk penghargaan dan perhatian.

 “Panglima  TNI mengirim surat balasan tersebut, karena menghormati Jenderal Joseph F. Durford, Jr. yang merupakan sahabat sekaligus senior Jenderal TNI Gatot Nurmantyo,” kata Wuryanto.
Setelah itu Jenderal Gatot Nurmantyo beserta istri dan delegasi telah mengurus visa dan administrasi lainnya untuk persiapan keberangkatan.
"Kemudian pada Sabtu 21 Oktober 2017, Panglima TNI siap berangkat menggunakan maskapai penerbangan Emirates, namun beberapa saat sebelum keberangkatan ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan bahwa Panglima TNI beserta delegasi tidak boleh memasuki wilayah AS oleh US Custom and Border Protection,” kata Wuryanto. sebagaimana di rilis tempo.co

Wuryanto mengatakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo telah melaporkan hal ini kepada Presiden Joko Widodo melalui ajudannya, Kementerian Luar Negeri, dan Menkopolhukan Wiranto. Gatot juga telah berkirim surat ke koleganya Jenderal Josep F Durfort Jr. Dan saat ini, kata Wuryanto, mereka masih menunggu penjelasan atas insiden ini.

“Kepergian ke Amerika atas undangan Pangab dan atas hubungan baik dua negara serta hubungan baik antara Pangab Amerika dan Panglima TNI, oleh sebab itu Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta isteri dan delegasi memutuskan tidak akan menghadiri undangan Pangab Amerika Serikat sampai ada penjelasan resmi dari pihak Amerika,” kata Wuryanto. (tempo)
6 Kapolsek Tidak Lulus Ujian Praktek SIM, Walau di Ganjar 1 Juta
Ujian praktek mengendarai motor until mendapat Surat Izin Mengemudi (SIM) sering dikeluhkan susah. Sebagai bukti, 6 Kapolsek dan 3 personel Babinkamtibmas tidak lolos ujian sim saat diuji Kapolres Sragen, sebagian sampai njungkir walik.
Kegiatan praktik Safety Riding untuk anggota itu digelar halaman Mapolres setempat, Rabu (18/10/2017) seperti dilansir joglosemar.com


Kegiatan diawali peragaan dari Bripda Andy IStanto, petugas pemandu ujian praktik SIM di Kantor Pelayanan SIM. Andy dengan mulus memeragakan bagaimana mengendarai motor melewati rintangan tanpa menjatuhkan atau menyentuh pembatas yang
dibuat.

Setelah itu, Kapolres AKBP Arif BUdiman lantas membuka sesi tantangan untuk Kapolsek menjajal rintangan yang dibuat persis dengan medan ujian praktik SIM tersebut. Tak tanggung-tanggung, Kapolsek yang bisa lulus bakal diganjar hadiah Rp 1 juta.

Kapolsek Tangen AKP Sartu, menjadi peserta yang pertama mencoba. Namun baru melewati tiga rintangan, dia sudah harus menerima kenyataan menabrak traffic cone. Hal yang sama juga dialami Kapolsek Kedawung AKP Bambang Susilo dan Kapolsek Gemolong AKP Supadi.

Bahkan AKP Supadi sempat terjatuh saat melewati jalan zig-zag bersama motor Honda Revo yang digunakan untuk tes. Berikutnya, Kapolsek Miri AKP FAjar Ihsanudin dan Kapolsek Tanon, AKP Agus Jumadi menjadi korban berikutnya yang juga gagal meski baru beberapa meter berjalan.

Kapolsek Plupuh, AKP Sunarso terlihat paling lihai. Mantan Kanit Laka Satlantas Polres Sragen ini berhasil melewati rintangan zig-zag dengan lancar. Demikian juga dengan rintangan angka delapan tanpa hambatan. Namun untuk rintangan tikungan berbentuk U, motornya menyentuh traffic cone dan terjatuh.

”Mungkin karena bukan kendaraannya sendiri, jadi belum hafal, yang lolos pada umumnya pakai kendaraan sendiri karena lebih menguasai dan tidak canggung,” kata Kasat Lantas Polres Sragen, AKP Dwi Erna Rustanti.

Kasat Lantas, AKP Dwi Erna menyampaikan, memang yang paling sulit adalah saat melintas di putaran terakhir. Perlu penguasaan kendaraan dengan teknik yang baik. Pihaknya bersedia untuk mengajari bagi anggota maupun sosialisasi bagi masyarakat untuk keselamatan berkendara.

(Foto-foto Wardoyo/Joglosemar)
Apakah Anda Terserang Penyakit, 6 Ayat Inilah Obatnya
HIDUP di dunia ini tidaklah senikmat seperti apa yang kita bayangkan. Seringkali kita menyangka bahwa ada beberapa orang yang tampak tidak mengalami kesusahan. Padahal, tidak demikian! Setiap manusia pasti memiliki masalahnya masing-masing. Sebab, Allah Subhanahu wa Ta’ala pasti menguji setiap manusia di muka bumi ini. Bahkan, para utusan-Nya pun memperoleh ujian.


Salah satu bentuk ujian yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ialah penyakit. Ya, sakit dapat menyerang siapa pun. Mulai dari sakit ringat hingga berat, ada di dunia ini. Tetapi, tenanglah, Allah tidak akan memberikan suatu ujian di luar batas kemampuan kita. Setiap penyakit pasti ada obatnya.

Kita sungguh beruntung memiliki Al-Quran. Mengapa? Sebab, Al-Quran adalah obat bagi penyakit apapun. Di dalamnya terdapat ayat-ayat khusus yang bisa kita jadikan sebagai penawar dari rasa sakit. Sedikitnya ada enam ayat syifa (penyembuh) dalam Al-Quran. Apa sajakah itu?

“… serta melegakan hati orang-orang yang beriman,” (QS. At-Taubah: 14).

“Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Quran) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman,” (QS. Yunus: 57).

“Dan, Kami turunkan dari Al-Quran (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang-orang yang dzalim (Al-Quran itu) hanya akan menambah kerugian,” (QS. Al-Isra’: 82).

“… Katakanlah Al-Quran adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman…” (QS. Fushshilat: 44).

“… Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia…” (QS. An-Nahl: 69).

“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku,” (QS. Asy-Syu’ara: 80).

Itulah enam ayat yang menjelaskan bahwa Al-Quran adalah obat bagi segala penyakit manusia. Membaca Al-Quran dapat menjadi pilihan terbaik kita ketika sakit. Sebab, dengan begitu, akan lebih mendekatkan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Sang Pemberi Kesembuhan. []

Referensi: Bermalam di Surga/Karya: Dr. Hasan Syam Basya/Penerbit: Gema Insani Jakarta 2015
(islampos)
Kemenag: Nantinya Logo Halal MUI Sudah Tidak Berlaku Lagi
Dengan diresmikannya Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) oleh Kementerian Agama RI, maka hal-hal yang berkaitan dengan perlindungan dan jaminan kehalalan dari sebuah produk makanan, minuman, obat, kosmetika dan sebagainya menjadi tanggung jawab penuh pemerintah.

Bahkan, Ketua Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Prof Sukoso mengatakan, logo halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun nantinya sudah tidak berlaku lagi. “Ya tidak berlaku (logo halal MUI). Kalau aturan undang-undangnya sudah tidak dua logo lagi yang muncul,” ujar Sukoso saat dihubungi, Kamis (19/10).

BPJH sendiri baru akan beroperasi tahun 2018 mendatang. Saat ini, menurut dia, rancangan logo halal versi pemerintah sendiri masih menunggu keputusan dari Menteri Agama. “Sudah (Ada rancangan), cuman itu tinggal menunggu keputusan Menteri Agama. Jadi logo itu diatur dalam peraturan Menteri Agama,” ucapnya.

Karena itu, ia pun belum bisa menentukan kapan logo halal versi pemerintah tersebut akan dipublikasikan masyarakat. “Nanti akan ada pemberitahuan,” katanya.

Sementara, MUI sendiri sebelumnya telah memberikan dukungan penuh atas diresmikannya BPJPH oleh Kementerian Agama RI pada Rabu (11/10) lalu. Pasalnya, hal itu merupakan perintah dari Undang-undang No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, MUI mendukung penuh BPJH, sehingga masyarakat juga merasa lebih terlindungi hak asasinya dalam menunaikan ibadah sesuai dengan keyakinan agamanya. Khususnya yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan untuk mengonsumsi produk makanan, minuman yang halal sesuai dengan syariat Islam.

“MUI dari sejak mulai proses pembahasan RUU JPH di DPR sampai dengan ditetapkannya menjadi UU oleh Presiden tidak pernah absen untuk mengawal dan memberikan masukan, pendapat dan saran agar UU tersebut dapat segera diselesaikan agar harapan umat Islam segera terpenuhi,” ujarnya. (Rol/eramuslim/trending-id.com)
Logo NU Jadi Sponsor Iklan #LGBT, PBNU: Itu Melecehkan
Logo Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tertempel di iklan kondom untuk LGBT. Terang saja, PBNU menentang hal itu.


“Sikap NU sudah jelas segala macam perilaku seks menyimpang apalagi sesama jenis itu sangat bertentangan dengan pondasi keagamaan dan kebangsaan bernegara kita. Dan terlebih jelas bertentangan dengan prinsip NU,” kata Katib Syuriah PBNU Asrorun Niam, Sabtu (21/10/2017) dikutip Detik.com.

Niam menyebut penggunaan logo PBNU secara sepihak dalam poster itu melecehkan PBNU. “Kalau ada lembaga, baik perorangan yang menggunakan atau mencatut lambang NU dan diperuntukkan dengan hal yang bertentangan dengan prinsip keagamaan NU. Maka itu adalah hal yang melecehkan,” ucap Niam.

“Apalagi kalau dia mencatut dan membawa identitas NU untuk kepentingan yang bertentangan,” imbuh Niam.

Poster iklan kondom untuk LGBT itu viral di media sosial sejak 19 Oktober 2017. Namun, kemunculan poster itu sebenarnya sudah terpantau sejak 4 tahun lalu.
Poster itu menggambarkan 3 orang laki-laki dengan pelangi sebagai latarnya. Tertulis ‘Aku yang Jalani, Aku Bisa Jaga Diri’ dan ‘Saatnya Menentukan Sikap. Selalu Pakai Kondom dan Periksa Penyakit Kelamin Sekarang!’.

Di bagian bawah poster, tampak logo PBNU. Selain itu, ada pula logo Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tetapi logo Kemenkes itu merupakan logo lama.[www.trending-id.com]

Sumber : takbir.net
Soal Pidato Anies: Kita Yang Tionghoa aja Gapapa, Kok Elu Yang Repot?
Jumat siang, tanggal 20 Oktober 2017, sekitar pukul 02.20 WIB, suasana Balai Kota terasa damai. Ahok tidak lagi di sini.

H. Jusuf Hamka (Kepala Suku Tionghoa Muslim) melangkah agak cepat. Dia datang bersama Bambang Akuet (Ketua Klenteng Jin De Yuan-Glodok), Mr. Apao (Tanah Abang), Layhok (Bos Batik), dan Buntario (Notaris). Semuanya bermata sipit dan kulit kuning. Mereka Tionghoa. Mereka hendak menghadap Sekda Saefullah di lantai 4 Gedung DKI.

Aktivis Tionghoa Zen Wei Jiang ; hidayatullah.com

Ternyata, mereka ingin merilis Konferensi Pers. Sekda kasi izin. Malahan, dia memfasilitasi acara dengan panggil sekitar 15 wartawan yang mangkal di Balai Kota.

Konferensi Pers tidak dilaksanakan sebelum Lieus Sungkharisma datang. Dia kena macet. Ada aksi di sekitar Istana Merdeka. Satu jam kemudian, Lieus Sungkharisma tiba.

H. Jusuf Hamka membuka konferensi pers. Dia minta polemik soal kata “pribumi” dihentikan. Pidato Anies sama sekali tidak bertendensi mendiskriminasi golongan ras tertentu, apalagi Tionghoa. Menurutnya,sedikit pun, Anies tidak punya benih-benih seorang rasis.

Lieus Sungkharisma berkata, “Saya ada di lokasi saat Pa Anies menyampaikan pidato”. Kata-kata Anies bakar semangat Lieus Sungkharisma membangun bangsa dan negara.

Keesokan harinya, dia heran saat ada sekelompok orang meributkan pidato Anies tersebut. “Ga abis pikir saya,” kata Lieus Sungkharisma.

Kepada saya, H. Jusuf Hamka minta pernyataannya dicatet. Dia bilang, “Bilangin ke mereka, kita aja yang Tionghoa gak ngerasa terganggu, apalagi tersinggung, kok ‘elu’ yang repot.” (eramuslim)

Penulis: Zeng Wei Jian
Berani ! Novel Baswedan Kirimkan Pesan Jihad dari Singapura
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyampaikan pesan video dari Singapura dan dipublikasikan melalui chanel youtube Najwa Shihab, rabu 11 Oktober 2017.

Dalam video berdurasi 1:38 menit tersebut, Novel menyampaikan pesan Jihad kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk terus berjuang melawan korupsi. Berikut ini pesan lengkapnya.


Assalaamu 'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh.

Yang pertama, pada kesempatan hari ini, yaitu 6 bulan setelah penyerangan atas diri saya, yang dilakukan setelah saya melaksanakan Sholat Shubuh.

Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada sahabat-sahabat, rekan-rekan dan seluruh masyarakat Indonesia yang telah mendukung, mendoakan dan memberikan semangat kepada saya.

Sekaligus pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan melalui Mbak Najwa, agar kita semua tetap memelihara, memupuk, dan menjaga semangat perjuangan untuk melawan korupsi.

Dan jihad dalam rangka untuk memperkuat negara kita, negara Indonesia dari mafia-mafia korupsi di Indonesia.

Ini perjuangan yang tak mudah, ini sesuatu hal yang besar. Oleh karena itu perlu stamina yang kuat dan terus dijaga.

Semoga Allah Subhanahu Wataala selalu memberikan perlindungan dan menjaga kita semua.

Terima Kasih,



Novel Baswedan.

Perhatikan! Hewan Pertama yang Kamu Lihat di Gambar Ini Ungkap Karaktermu
Setiap orang memiliki karakter dan sifat yang berbeda. Untuk mengetahui karakter seseorang bisa dengan berbagai cara, lho. Salah satunya bagaimana cara kamu melihat sebuah gambar.


Dalam gambar sederhana berikut, kamu akan melihat satu dari dua hal. Ada dua pilihan gambar. Objek pertama yang kamu lihat akan mengungkap bagaimana karaktermu. Berikut dua gambar yang bisa mengungkap bagaimana karaktermu, seperti melansir Brightside, Jumat (20/10/2017).

Gambar 1



Buaya

Kalau kamu melihat dua buaya, kamu orang yang selalu berusaha mengendalikan situasi dan bertanggung jawab atas semuanya. Jika kamu menjadi seorang pemimpin, kamu sangat penuh perhatian terhadap seluruh karyawanmu.

Burung

Kamu orang yang tidak keberatan dipimpin dengan cara yang keras. Namun, itu bukan berarti bahwa kamu tidak memiliki pendapat sendiri, tapi kamu menyerahkan semuanya kepada orang lain untuk dikompromikan. Itulah mengapa kamu begitu jujur dan ramah.


Gambar 2

Moncong anjing

Kamu tipe orang yang menganalisis gambar dengan cara biasa, dari kiri ke kanan. Meski begitu, itu tidak berarti bahwa kamu adalah orang biasa. Kamu selalu berpikir logis dan cenderung menganalisis masalah secara realitas dan konsisten.

Kaki dan ekor anjing

Jika kamu menganalisis gambar dari kanan ke kiri, kamu orang yang menginginkan keputusan yang lebih orisinal lagi. Itu bukan berarti bahwa kamu tidak dapat berpikir logis, dan hanya ingin menerapkan pendekatan kreatif saat kamu mencoba mengatasi masalah. (liputan6)
Alasan Istri Ketua DPRD Kolaka Utara Tikam Suaminya
Polisi mulai menemukan titik terang motif Andi Erni Astuti menikam suaminya, Ketua DPRD Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara dari PDI Perjuangan, Musakkir Sarira, Selasa malam, 17 Oktober 2017, sekitar pukul 22.00 Wita.

Kasat Reskrim Polres Kolaka Utara, AKP Mohammad Salman mengatakan, awalnya terjadi pertengkaran antara keduanya. Saat itu, pertengkaran terjadi dalam kamar tidur di Rumah Dinas Ketua DPRD Kolaka Utara.


Topik yang dibicarakan keduanya sebelum insiden terjadi, tidak diungkap polisi. Namun, kata Salman, saat itu sang istri sedang menasihati suaminya dibarengi dengan suara yang agak meninggi.

"Istrinya jengkel, mungkin karena sementara dinasehati, mungkin suami tidak mendengar, iya salah satunya memilih pergi meninggalkan kamar tidur," ujar AKP Mohammad Salman, via telepon seluler, dihubungi Kamis (19/10/2017) malam. sebagaimana di lansir liputan6.com

Mussakir Sarira, menurut Kasat Reskrim, kemungkinan tidak mau memperpanjang masalah dan keluar pada saat istrinya tengah berbicara di dalam kamar. Tidak lama kemudian, pintu kamar tidur yang ditinggalkan agak terbuka oleh Mussakir Sarira ternyata bergoyang-goyang.

"Saya mengintip keluar dan ternyata tiada orang, saya masuk kembali ke dalam kamar," ujar Andi Erni Astuti di depan penyidik polisi.

Saat kembali ke dalam kamar, Andi Erni Astuti kemudian kembali mendengar pintu terayun. Saat itulah, Andi Erni Astuti langsung meraih sebilah pisau dapur yang terletak di atas meja rias. Pisau ini, diakuinya untuk memotong buah-buahan yang biasa tersedia di dalam kamar.

Saat kembali mengintip ke pintu, di tangan Andi Erni Astuti sudah ada sebilah pisau. Ia lalu keluar dari kamar tidur. Tiba-tiba, Musakkir Sarira muncul di hadapan istrinya yang sedang mengintip ke arah datangnya suara. Gerakan refleks, sang istri lalu menancapkan pisau tersebut tepat ke arah hati suaminya.

"Saat itulah, suaminya tidak dapat menghindar dan akhirnya mengenai organ tubuh vital," ujar perwira yang baru menjabat di Polres Kolaka Utara awal 2017.

Terkait isi pembicaraan dan pertengkaran, polisi belum mau mengungkapkan secara detail. Namun, polisi hanya mengatakan awalnya dipicu pertengkaran biasa.

"Wajarlah kalau dalam keluarga ada pertengkaran, iya seputar anak-anak atau sikap pasangan. Tidak ada yang khusus yang mereka bicarakan," katanya.

Sejauh ini, polisi masih meminta keterangan dari sejumlah orang. Ada enam orang saksi yang ikut diperiksa, di antaranya sopir pribadi Ketua DPRD Kolaka Utara, Satpol PP, dan dokter rumah sakit. Tiga anak korban yang masih kecil yang saat itu berada di dalam rumah tidak dijadikan saksi dan hanya dimintai keterangan tambahan saja. (liputan6)

Sabtu, 21 Oktober 2017

Aher Raih Anugerah Purwakalagrha Ajang Indonesia Museum Awards (IMA) 2017
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) meraih Anugerah Purwakalagrha dalam ajang Indonesia Museum Awards (IMA) 2017. Aher meraih anugerah tersebut untuk Kategori Pejabat Peduli Museum.

Aher dinilai memiliki peran aktif dalam melestarikan nilai-nilai sejarah, cagar budaya, dan masalah permuseuman di Provinsi Jawa Barat. Hal tersebut dia wujudkan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat Nomor 16 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Kepurbakalaan, Kesejarahan, Nilai Tradisional, dan Museum. sebagaimana di lansir jabarprov.go.id

Aher dapat penghargaan ; jabarprov.go.id
Perda tersebut dimaksudkan untuk mengelola cagar budaya, sejarah, nilai budaya, dan museum sebagai upaya pelestarian untuk mempertahankan keberadaannya. Caranya, yaitu dengan melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkannya. Perda tersebut dinilai telah memberikan keberpihakan yang nyata dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap pengembangan museum.

“Kita ingin peninggalan-peninggalan masa lalu itu secara regulasi juga terlindungi baik itu yang ada di provinsi maupun di kabupaten/kota. Kita meminta lewat Perda itu bahwa seluruh kabupaten/kota untuk memelihara kesejarahannya, kalau bisa kemudian kepurbakalaan, kesejarahan tersebut dalam bentuk museum,” kata Aher usai menerima Anugerah Purwakalagrha IMA 2017 untuk Kategori Pejabat Peduli Museum yang digelar di Aula Barat Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Jumat malam (14/10/17).

Aher menambahkan, melalui Perda tersebut lahir berbagai upaya untuk mengembangkan museum di Jawa Barat. Upaya tersebut diantaranya kolaborasi dengan berbagai museum yang ada di Jawa Barat untuk merawat, mengembangkan, termasuk ikut andil membangun museum baru bersama kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Saat ini Pemprov Jawa Barat juga tengah membangun Museum Gedung Sate. Museum yang ditargetkan selesai pada November 2017 ini terletak di Lantai 1 Gedung Sate. Museum ini akan menghadirkan berbagai informasi tentang sejarah Gedung Sate, mulai dari proses pembangunan hingga informasi detail tentang bahan bangunan yang digunakan untuk membangun Gedung Sate. Museum tersebut akan menghadirkan berbagai fasilitas, termasuk studio film.

“Termasuk nanti kita – kalau beres Masjid Raya Jawa Barat kan akan ada juga Museum Nabi secara khusus. Museum tentang sejarah Nabi secara khusus dan lengkap, sehingga untuk memahami sejarah Nabi itu cukup datang ke museum. Bahkan ke depan kita rencanakan untuk membangun Museum Angklung, Museum Wayang Golek,” tutur Aher.

“Sejatinya museum itu menceritakan sejarah masa lalu secara original kemudian dipermudah perkembangan dari zaman ke zaman, sehingga seseorang yang datang dipermudah untuk mengenang masa lalunya tentang sesuatu,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri IMA 2017 Wiendu Nuryanti mengatakan, bahwa tidak semua provinsi di Indonesia memiliki Perda tentang Museum seperti Jawa Barat. Perda tentang Museum yang ada di Jawa Barat, kata Wiendu memberikan dampak positif terhadap perkembangan museum di kabupaten/kota di Jabar. Termasuk kebijakan untuk merevitalisasi sebuah museum agar menjadi menarik dan unik.

“Tidak semua dari 34 provinsi di Indonesia memiliki hal tersebut (Perda). Saya kira ini perlu dijadikan contoh oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia. Perda ini telah memberikan dampak yang positif dengan cukup baiknya pengelolaan museum-museum di wilayah Jawa Barat dan pertumbuhan permuseuman di Jawa Barat yang paling tinggi di seluruh Indonesia,” ujar Wiendu dalam acara IMA 2017.

“Cukup banyak museum baru yang dibangun di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat saat ini. Sementara revitalisasi museum juga telah dan akan atau sedang dilakukan di beberapa di wilayah Jawa Barat. Dan sudah barang tentu Kepala Daerah memegang kunci atas perkembangan tersebut,” lanjutnya.

Ajang tahunan Indonesia Museum Awards ini digagas oleh Komunitas Jelajah. Tujuannya, yaitu untuk memberikan penghargaan kepada tokoh, pengelola museum, dan pekerja di bidang sejarah, kepurbakalaan, dan permuseuman.

Diharapkan ajang ini bisa meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap sejarah, kepurbakalaan, permuseuman, dan para pecinta warisan budaya. “Dan yang paling penting ajang ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk terus belajar dan mencintai warisan budaya bangsa,” ungkap Ketua Pelaksana IMA 2017, yang juga pendiri Komunitas Jelajah, Ciwuk Musiana Yudhawasthi dalam siaran pers IMA 2017.

Ada lima Kategori Utama dalam ajang IMA 2017 ini, yaitu: Museum Cerdas, Museum Cantik, Museum Menyenangkan, Museum Unik, dan Museum Bersahabat. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada para tokoh dan institusi yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan museum, diantaranya Pejabat Peduli Museum, Tokoh Peduli Museum, Pengusaha Peduli Museum, Perguruan Tinggi Peduli Museum, serta Media Peduli Museum.

Berikut para penerima Anugerah Purwakalagrha Indonesia Museum Awards 2017:
· Kategori Pejabat Peduli Museum: Ahmad Heryawan,
· Kategori Perguruan Tinggi Peduli Museum: Universitas Negeri Yogyakarta,
· Kategori Media Peduli Museum: Media Indonesia,
· Kategori Museum Cerdas: Museum Ruwa Jurai di Lampung,
· Kategori Museum Cantik: Museum Ullen Sentalu di Yogyakarta,
· Kategori Museum Bersahabat: Museum Benteng Heritage di Tangerang,
· Kategori Museum Unik: Museum Kata Andrea Hirata di Bangka Belitung,
· Kategori Museum Menyenangkan: Museum Konferensi Asia Afrika di Bandung,
· Kategori Pengusaha Peduli Museum: Ciputra,
· Kategori Pengabdian Sepanjang Hayat: Santoso Doellah (Tokoh Batik), dan
· Kategori Tokoh Peduli Museum: BJ Habibie.
(Sumber:jabarprov)
Dipersiapkan Jadi Capres, Ini Reaksi Ahmad Heryawan
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dipersiapkan maju dalam perhelatan Calon Presiden 2019 mendatang oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

ahmad heryawan dan dedi mizwar

PKS mengusung Aher sapaan akrab Gubernur Jawa Barat tersebut lantaran berpotensi tinggi dan salah satu kader terbaik yang dimiliki mereka. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid di Jakarta, Jumat (20/10). sebagaimana di lansir merahputih.com

“Salah satu figur yang bisa kami ajukan ada Presiden PKS, ada Gubernur Jabar, ada Gubernur Sumatera Barat, tokoh-tokoh yang punya kualifikasi cukup untuk dimajukan capres,” ujar Hidayat.

Menanggapi hal itu, Aher enggan berkomentar banyak saat dikonfirmasi wartawan di Gedung Sate, Jum’at (20/10).

“Alah jangan, nanti aja ya, masih jauh, masih jauh,” kata Gubernur.

Tidak hanya itu, Aher pun cenderung menghindar saat wartawan terus bertanya mengenai rencana tersebut.

“Nanti sajalah, udah ya,” ujar Aher sambil terus berlalu mengindari wartawan.

Pada saat ini Aher merupakan Gubernur yang sudah menjabat selama dua periode di Jawa Barat. Dengan dengan banyak prestasi yang sudah di dapatnya. (*)