loading...

Minggu, 22 Oktober 2017

6 Kapolsek Tidak Lulus Ujian Praktek SIM, Walau di Ganjar 1 Juta

Ujian praktek mengendarai motor until mendapat Surat Izin Mengemudi (SIM) sering dikeluhkan susah. Sebagai bukti, 6 Kapolsek dan 3 personel Babinkamtibmas tidak lolos ujian sim saat diuji Kapolres Sragen, sebagian sampai njungkir walik.
Kegiatan praktik Safety Riding untuk anggota itu digelar halaman Mapolres setempat, Rabu (18/10/2017) seperti dilansir joglosemar.com


Kegiatan diawali peragaan dari Bripda Andy IStanto, petugas pemandu ujian praktik SIM di Kantor Pelayanan SIM. Andy dengan mulus memeragakan bagaimana mengendarai motor melewati rintangan tanpa menjatuhkan atau menyentuh pembatas yang
dibuat.

Setelah itu, Kapolres AKBP Arif BUdiman lantas membuka sesi tantangan untuk Kapolsek menjajal rintangan yang dibuat persis dengan medan ujian praktik SIM tersebut. Tak tanggung-tanggung, Kapolsek yang bisa lulus bakal diganjar hadiah Rp 1 juta.

Kapolsek Tangen AKP Sartu, menjadi peserta yang pertama mencoba. Namun baru melewati tiga rintangan, dia sudah harus menerima kenyataan menabrak traffic cone. Hal yang sama juga dialami Kapolsek Kedawung AKP Bambang Susilo dan Kapolsek Gemolong AKP Supadi.

Bahkan AKP Supadi sempat terjatuh saat melewati jalan zig-zag bersama motor Honda Revo yang digunakan untuk tes. Berikutnya, Kapolsek Miri AKP FAjar Ihsanudin dan Kapolsek Tanon, AKP Agus Jumadi menjadi korban berikutnya yang juga gagal meski baru beberapa meter berjalan.

Kapolsek Plupuh, AKP Sunarso terlihat paling lihai. Mantan Kanit Laka Satlantas Polres Sragen ini berhasil melewati rintangan zig-zag dengan lancar. Demikian juga dengan rintangan angka delapan tanpa hambatan. Namun untuk rintangan tikungan berbentuk U, motornya menyentuh traffic cone dan terjatuh.

”Mungkin karena bukan kendaraannya sendiri, jadi belum hafal, yang lolos pada umumnya pakai kendaraan sendiri karena lebih menguasai dan tidak canggung,” kata Kasat Lantas Polres Sragen, AKP Dwi Erna Rustanti.

Kasat Lantas, AKP Dwi Erna menyampaikan, memang yang paling sulit adalah saat melintas di putaran terakhir. Perlu penguasaan kendaraan dengan teknik yang baik. Pihaknya bersedia untuk mengajari bagi anggota maupun sosialisasi bagi masyarakat untuk keselamatan berkendara.

(Foto-foto Wardoyo/Joglosemar)
loading...

0 komentar: